Kategori
movie

Film Buku Harianku Adalah Film Musikal Keluarga yang Penuh Makna

Film Buku Harianku Adalah Film Musikal Keluarga yang Penuh Makna

Film Buku Harianku Adalah Film Musikal Keluarga yang Penuh MaknaFilm musikal adalah genre film di mana didalamnya  lagu  dinyanyikan oleh para karakter terjalin ke dalam narasi, kadang-kadang disertai dengan menari. Lagu-lagu biasanya plot maju atau mengembangkan karakter film tersebut, meskipun dalam beberapa kasus mereka melayani hanya sebagai istirahat dalam alur cerita, sering kali sebagai rumit “angka produksi”. Sebuah subgenre dari film komedi musik adalah musik, yang juga mencakup elemen kuat dari humor.

Film musikal adalah perkembangan alami dari panggung musik setelah munculnya teknologi film suara. Biasanya, perbedaan terbesar antara musik film dan panggung adalah penggunaan idn poker apk latar belakang pemandangan yang mewah dan lokasi yang akan praktis dalam teater. Film musikal khas mengingatkan mengandung unsur teater; pemain sering memperlakukan lagu mereka dan nomor tari sebagai jika ada penonton tinggal menonton. Dalam arti, penampil menjadi penonton deictic, sebagai pelaku terlihat langsung ke kamera dan melakukan untuk itu.

Film Buku Harianku merupakan karya sutradara Angling Sagaran dan ditulis oleh Alim Sudio. Film musikal keluarga ini dibintangi oleh penyanyi cilik Kila Putri Alam, Widuri Puteri, Wina Marino, Slamet Raharjo, Ences Bagus, dan artis populer lainnya.

“Buku Harianku merupakan film anak-anak, film musikal anak-anak, karena memang terinspirasi dari lagu-lagunya Kila. Film ini bercerita tentang Kila yang dititipkan kepada kakeknya dan sebenernya Kila punya konflik dengan kakeknya, lalu bertemu dengan Rintik dan mereka berdua bersahabat, lalu bertemu teman-teman di kampung juga. Jadi ini lebih bagaimana Kila tumbuh ‘dewasa’ bersama kakeknya di kampung,” ujar Alim Sudio selaku penulis naskah dalam sesi interview .

1. Film terinspirasi dari kedekatan Om Sarwono dan Kila
5 Fakta Film Buku Harianku, Film Musikal Keluarga yang Penuh Makna

Bercerita tentang keluarga dan persahabatan, film ini terinspirasi dari lagu anak-anak yang dibuat oleh Om Sarwono untuk cucu tersayangnya, Kila. Alim Sudio selaku penulis naskah mengaku bertemu langsung dengan Om Sarwono dan diperdengarkan beberapa lagu anak yang keren. Setelah mendengarkan beberapa lagu, Alim Sudio mengaku tersentuh karena di balik cerita dari lagu yang dibuat oleh Om Sarwono sangat menunjukkan rasa sayang dan concern terhadap cucunya, yaitu Kila.

Setelah itu, Alim Sudio merasa bahwa hubungan kakek dan cucu merupakan hubungan yang amat sangat penting dan menarik untuk dibuat film. Alim Sudio juga mengatakan, untuk lagu Buku Harianku sengaja diciptakan khusus untuk kepentingan film ini.

2. Tantangan ketika menggarap film musikal
5 Fakta Film Buku Harianku, Film Musikal Keluarga yang Penuh Makna

Sutradara Angling Sagara mengungkapkan, bahwa membuat film musikal merupakan cita-citanya sejak pertama terjun sebagai sutradara, dan film Buku Harianku merupakan film musikal pertamanya.

Tidak seperti film biasa yang hanya melakukan reading, dalam menggarap sebuah film musikal memiliki suatu hal yang special, di mana semua pemain dituntut harus latihan bernyanyi dan belajar beberapa tarian. Proses tersebut juga yang membuat para pemain bisa dekat satu sama lain.

“Hampir tiga bulan, pemain latihan koreografi, latihan menyanyi juga, dan lain-lainnya. Jika dilihat dari proses rekaman mungkin lebih jauh lagi ke belakang. Jadi film ini memakan waktu persiapan yang cukup panjang dan menarik,” ungkap Angling.

3. Proses para pemain mendalami karakter masing-masing
5 Fakta Film Buku Harianku, Film Musikal Keluarga yang Penuh Makna

Aktis cilik Widuri berperan sebagai Rintik, seorang penyandang disabilitas yang memiliki karakter pemalu namun juga pemberani. Demi mendalami perannya, Widuri mengaku belajar bahasa isyarat selama dua bulan.

Sedangkan, aktor senior Slamet Raharjo berperan sebagai Prapto, kakek Kila. Untuk membangun chemistry dengan Kila, Slamet Raharjo mengaku, pendekatannya dengan Kila, yaitu dengan cara bernyanyi bersama.

Wina Marrion yang berperan sebagai Neneng, harus belajar Bahasa Sunda untuk mendalami perannya. Selain itu, Ences Bagus yang berperan sebagai Kelik, dia melakukan pendekatan dengan Widuri untuk membangun chemistry ayah dan anak agar terlihat lebih natural.

4. Pengalaman unik para pemain
5 Fakta Film Buku Harianku, Film Musikal Keluarga yang Penuh Makna

Bagi Ences Bagus, film Buku Harianku merupakan pengalaman pertamanya berakting bersama anak-anak. Tidak seperti syuting biasanya, syuting bersama anak-anak membuat para aktor dan aktris senior harus lebih memahami mood anak-anak. Jika anak-anak lelah, mereka berusaha tidak memaksa untuk melanjutkan syuting. Untuk mejaga mood anak-anak, para kru bahkan menyediakan camilan, lho.

Puncak digunakan sebagai lokasi syuting film Buku Harianku. Kila mengaku harus dirawat selama dua hari karena cuaca yang dingin.

5. Sinopsis Film Buku Harianku

Kila hidup berdua dengan ibunya yang bernama Riska, seorang single parent yang selalu sibuk bekerja. Karena kesibukannya, suatu hari Riska harus menitipkan Kila pada mertuanya, Kakek Prapto, seorang veteran perang yang tinggal sendiri dan memiliki peternakan di Sukabumi. Kakek Prapto ini adalah pribadi tegas, disiplin, dan bukan tipikal yang dekat dengan cucunya.

Untunglah di rumah tersebut, kakek memiliki sepasang pembantu yakni Kelik dan Neneng yang lucu dan baik. Mereka memiliki anak perempuan bernama Rintik yang bisu dan pemalu.

Tak butuh waktu lama untuk Kila menjalin persahabatan dengan Rintik yang membantunya untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang ada. Bahkan, Rintik pun bisa keluar dari keterbatasannya dengan dukungan Kila, untuk lepas dari rasa malu dan rendah diri.

Film ini menyuguhkan cerita keluarga yang hangat, persahabatan yang tulus, serta petualangan baru yang tak hanya mengubah hidup Kila dan Rintik, namun juga warga desa sekitar tempat Kakek Prapto tinggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *