Kategori
movie

Daftar Film Romantis yang Tayang di Japanese Film Festival

Daftar Film Romantis yang Tayang di Japanese Film Festival

Daftar Film Romantis yang Tayang di Japanese Film Festival – Film, juga dikenal sebagai movie, gambar hidup, film teater atau foto bergerak, merupakan serangkaian gambar diam, yang ketika ditampilkan pada layar akan menciptakan ilusi gambar bergerak karena efek fenomena phi. Ilusi optik ini memaksa penonton untuk melihat gerakan berkelanjutan antar objek yang berbeda secara cepat dan berturut-turut.

Proses pembuatan film merupakan gabungan dari seni dan industri. Sebuah film dapat dibuat dengan memotret adegan sungguhan dengan kamera film; memotret gambar atau model “miniatur” menggunakan teknik animasi tradisional; dengan CGI dan animasi komputer; atau dengan kombinasi beberapa teknik yang ada dan efek visual lainnya.

Setiap akhir tahun selalu diselenggarakan Japanese Film Festival yang menayangkan aplikasi idn poker film-film terpilih dari negeri sakura di bioskop beberapa kota di Indonesia. Pada tahun ini, Japanese Film Festival akan berlangsung secara daring dan kabar baiknya dapat disaksikan dengan gratis. Tahun ini, JFF akan berlangsung selama 10 hari dimulai tanggal 4 Desember 2020 hingga 13 Desember 2020.

Untuk dapat menyaksikan film Jepang secara legal dan gratis, kamu bisa buka langsung website id.japanesefilmfest.org dan perhatikan jadwal tayangnya. Walau memiliki jadwal tayang, waktu untuk menonton tetap fleksibel. Diberikan waktu 24 jam sejak tayang untuk menontonnya. Berikut lima film bergenre romantis yang bisa kamu nikmati.

1. Little Nights, Little Love (Eine Kleine Nichtmusik)  

Film ini kembali mempertemukan Mikako Tabe dan Haruma Miura yang sebelumnya dikenal karena berpasangan dalam film adaptasi manga Kimi ni Todoke. Dikisahkan bahwa Haruma Miura sebagai Sato merupakan seorang pekerja kantoran yang sama sekali buta akan cinta. Suatu malam ia diharuskan untuk membagikan kuesioner di pinggir jalan akibat telah dengan tidak sengaja menghilangkan data penting kantornya. Tidak ada orang lewat yang mau mengisi kuisioner tersebut. Sifatnya yang pemalu membuat pekerjaan ini semakin sulit.

Seketika ia pun terpesona mendengarkan musik yang dilantunkan musisi pinggir jalan. Di sanalah ia bertemu Saki yang diperankan Mikako Tabe. Saki pun setuju mengisi kuesionernya. Bagaimana kelanjutan kisah mereka berdua? Film yang mengobati rindumu dengan almarhum Haruma Miura ini akan hadir di Japanese Film Festival pada tanggal 13 Desember 2020.

2. Cafe Funiculi Funicula (Before The Coffee Gets Cold)  

Memadukan romansa dengan supranatural, film ini dapat membius bukan hanya pencinta kopi. Di suatu tempat duduk tertentu, pelanggan dapat kembali ke masa lalu atau ke masa depan yang mereka inginkan. Namun beberapa syarat harus dipenuhi yaitu: orang yang dapat ditemui adalah orang yang pernah mengunjungi cafe ini, apa pun yang dilakukan saat itu tidak akan mengubah masa sekarang, hanya satu tempat duduk yang dapat melakukan ritual ini namun jika ada yang mendudukinya maka yang lain harus menunggu hingga ia pergi, dan waktu yang tersedia hanya selagi kopinya panas, lekaslah minum sebelum kopinya dingin atau kamu tidak akan kembali ke masa sekarang.

Wah menarik sekali bukan? Film ini menghantarkan Kentaro Ito menjadi salah satu Pendatang Baru Terbaik pada ajang Japan Academy Prize 2019. Sama seperti Eine Kleine, film ini akan mulai tayang di JFF pada 13 Desember 2020.

3. Our 30 Minute Sessions

Film yang baru tayang pada awal tahun ini di Jepang dibintangi para aktor dan aktris muda yang sedang naik daun seperti Mackenyu Arata, Takumi Kitamura, Sayu Kubota, dan deretan bintang muda lain. Memadukan genre romansa, musik, dan supranatural, film ini layak digandrungi para anak muda. Mengisahkan tentang Macken sebagai Aki Miyata yang merupakan seorang musisi berkepribadian ceria namun telah meinggal 1 tahun lalu. Ia pun meninggalkan sebuah kaset.

Suatu hari, Takumi Kitamura sebagai Sota Kubota yang merupakan seornag mahasiswa memungut kaset tersebut. Ketika ia memainkan kaset tersebut, arwah Aki akan masuk ke tubuh Sota selama 30 menit. Waktu yang sempit itulah digunakan Aki untuk menemui kekasihnya yang dibintangi Sayu Kubota dan teman-teman band-nya. Berbeda dengan Aki, Sota berkepribadian tertutup dan tidak baik dalam bersosialiasi. Film ini akan ditayangkan pada tanggal 12 Desember 2020. Jangan lupa saksikan ya!

4. The Great Passage 

Film yang memborong sederet penghargaan dalam ajang perfilman paling bergengsi di jepang, Japan Academy Prize ke-86 ini akhirnya terpilih untuk ditayangkan di JFF. Tidak heran dengan penghargaan yang di dapat, The Great Passage memang mengusung kisah romansa sekaligus kehidupan dengan cara yang tidak biasa. Jepang memang jago dalam mengulik sebuah profesi yang jarang dilirik orang.

Mitsuya Majime merupakan seorang karyawan yang tidak begitu beruntung dengan pekerjaannya namun memiliki dedikasi terhadap sastra karena ia merupakan lulusan sarjana sastra. Ia pun ditarik menjadi editor kamus yang hendak membuat sebuah kamus baru berjudul The Great Passage yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan. Selagi menjadi editor kamus, ia pun terpikat dengan pesona cucu pemilik kosannya. Ia pun diminta mendeskripsikan kata “Cinta”. Film ini pun membuka mata kita terhadap profesi yang harus mendefinisikan serta mengdeit ratus ribuan kata untuk sebuah kamus. Saksikan The Great Passage pada 7 Desember 2020 secara online di JFF.

5. Stolen Identity 

Film yang direkomendasikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia ini dibintangi sederet bintang papan atas negeri sakura yakni Yudai Chiba, Ryo Narita, Kei Tanaka, Hingga Keiko Kitagawa. Mengusung kisah yang sangat relate dengan kehidupan masa kini dimana smartphone menjadi bagian penting dari diri. Film yang berjudul asli Sumaho o Otoshita Dake Nanoni yang berarti Aku Hanya Menjatuhkan Ponsel Pintarku ini menunjukkan betapa mengerikannya ketika informasi dalam HP kita bocor.

Petaka dimulai ketika HP milik Tomita tertinggal di taksi dan diambil oleh orang berniat jahat. Siapa sangka HP tersebut telah disadap hingga media sosialnya telah dibajak. Musibah ini juga menguji kesetiaan Tomita dengan kekasihya, Asami. Belum lagi ada kasus pembunuhan berantai yang mengincar wanita dengan kriteria tertentu. Kisah romansa dicampur misteri ini sangat pantas kamu nantikan penayangannya karena sangat membuat penasaran setiap detiknya. Film yang memiliki sekuel ini akan tayang pada 6 Desember 2020 di JFF.

Japanese Film Festival merupakan rangkaian acara yang menayangkan film Jepang di berbagai negara termasuk di Indonesia. Acara ini dapat menjadi ajang pemasaran film Jepang sekaligus kesempatan bagi penggemar film Jepang di tanah air.

Kategori
movie

Buat Kamu yang Suka Mikir Wajib Nonton J-Movie Thriller Psikologi ini

Buat Kamu yang Suka Mikir Wajib Nonton J-Movie Thriller Psikologi ini

Buat Kamu yang Suka Mikir Wajib Nonton J-Movie Thriller Psikologi iniPembuatan film Jepang telah bangkit kembali sejak pertengahan 1990-an, dan banyak yang percaya bahwa ini akan mengarah ke zaman keemasan lainnya.

Itu sudah menjadi industri yang berkembang di negara asalnya, tetapi karya Yasujiro Ozu, Kenji Mizoguchi, Kurosawa. Dan banyak lainnya membantu mempertahankan minat internasional selama beberapa dekade yang akan datang.

Gelombang Asia Extreme dari film-film bergenre kelam yang sangat memalukan telah menarik perhatian baru seiring dengan mendekatnya milenium baru, dan 20 tahun kemudian, Jepang terus menghasilkan aliran daftar club388 blockbuster yang stabil, tarif indie yang cerdas, dan kesayangan rumah seni.

Film-film bergenre thriller psikologi memiliki sensasi tersendiri ketika menontonnya. Disamping mengikuti alur cerita dalam film, kita juga diminta untuk ikut berpikir. Tentang maksud yang ditampilkan di film-film genre thriller psikologi tersebut. Nah ini buat kamu yang suka film-film genre thriller psikologi.

1. Himizu

Film yang dibintangi oleh Shota Sometani dan Fumi Nikaido ini bercerita tentang seorang remaja bernama Yuichi Sumida. Yang sering mendapatkan perlakuan kasar dari orangtua kandungnya. Namun, Yuichi tetap berharap bisa memiliki kehidupan normal layaknya orang lain. Untuk menghidupi kebutuhannya. Yuichi membuka penyewaan perahu di area tempat tinggalnya dibantu oleh teman sekolahnya Keiko Chazawa yang menyukainya.

Kejadian tak diharapkan datang ketika ayah Sumida yang temperamental menemui Sumida untuk meminta uang. Tak hanya itu ayahnya juga mengatakan kalimat yang sangat menyakitkan hati Sumida. Hingga Sumida kalap dan membunuh ayah kandungnya sendiri.

2. Akunin

Film yang disutradarai oleh Lee Sang Il ini bercerita tentang seorang pemuda kesepian bernama Yuichi Shimizu, dia berkenalan dengan seorang wanita bernama Yoshino lewat kencan online, namun perkenalan itu membuat Shimizu membunuh Yoshino. Dalam keterpurukan dan rasa tertekan yang luar biasa akibat kejadian itu, Shimizu mencoba mencari ketenangan melalui seorang wanita bernama Mitsuyo yang dikenalnya melalui situs online.

Shimizu merasa bahwa Mitsuyo berbeda dengan wanita yang dikenalnya dan mereka merasa cocok satu sama lain. Hingga pada akhirnya polisi mulai mencari Shimizu karena keterlibatannya dengan kasus Yoshino, membuat Shimizu dan Mitsuyo yang dimabuk asmara melakukan pelarian bersama.

3. The Snow White Murder Case

Film yang dibintangi oleh aktris Mao Inou dan sederet artis papan atas lainnya, berkisah tentang seorang wanita muda bernama Miki Shirono yang dituduh melakukan pembunuhan keji rekan kerjanya yang bernama Noriko Miki. Miki Shirono pun dihujat di internet, Miki Shirono yang sebenarnya tengah melihat konser idolanya kaget dengan pemberitaan dirinya.

Dia pun memutuskan untuk bersembunyi sampai kondisi reda. Kejadian tersebut dimanfaatkan oleh seorang reporter bernama Yuji Akahosi untuk diangkat ke media televisi. Dengan menelusuri latar belakang Miki Shirono dan mewawancarai orang-orang terdekat Miki Shirono. Hingga sebuah kebenaran yang mengejutkan publik terungkap.

4. Shoplifters

Film yang masuk nominasi piala Oscar 2019 ini bercerita tentang sebauh keluarga miskin di Tokyo yang dikepalai oleh Osamu. Osamu menghidupi ibu, istri dan ketiga anaknya dengan bekerja sebagai buruh bangunan namun dia juga seringkali mengutil di supermarket dengan mengajak anak keduanya yang masih kecil. Suatu hari ketika sedang mengutil di salah satu supermarket, Osamu bertemu dengan seorang bocah perempuan yang menggigil kedinginan, tak tega, Osamu pun mengajak anak tersebut pulang dan berniat memulangkannya keesokan harinya. Namun melihat kondisi bocah perempuan tersebut yang mengalami luka lebam akibat disiksa, Osamu pun memutuskan untuk merawat anak perempuan tersebut dengan memberikan identitas palsu pada anak tersebut serta mengajarkannya mengutil.

5. The Third Murder

Film yang dibintangi oleh Masaharu Fukuyama ini bercerita tentang seorang pengacara bernama Tamoaki Shigemaru yang tengah membantu kliennya bernama Misumi yang terancam hukuman mati karena tersandung kasus pembunuhan bosnya. Shigemaru mencoba mencari alibi untuk meringankan hukuman Misumi dengan menelusuri latar belakang Misumi maupun korban. Dan hal itu membuat Shigemaru berada pada sebuah rahasia besar yang disembunyikan baik oleh tersangka maupun keluarga korban.

6. Confessions

Film yang dibintangi oleh Takako Komatsu ini bercerita tentang seorang guru SMP bernama Yuko Moriguchi yang kehilangan anak semata wayangnya karena dibunuh oleh kedua muridnya. Hal itu membuat Yuko membalas dendam dengan cara mengaku telah memasukkan darah penderita HIV kepada minuman kedua muridnya yang disinyalir tersangka pembunuhan putrinya agar kedua muridnya mengakui perbuatan keji mereka.

Hal itu membuat kedua murid yang merupakan tersangka kaget yang pada akhirnya mengalami tekanan mental yang hebat. Padahal sebenarnya Yuko tidak benar-benar memasukkan darah HIV kepada minuman mereka.

7. About Her Brother/Ototo

Film yang bercerita tentang seorang perempuan bernama Koharu Takano yang memiliki seorang adik laki-laki yang super nakal meskipun dia sudah dewasa bernama Tetsuro Tanno. Hidup Koharu menjadi rumit karena ulah sang adik yang ramah  pekerjaannya hanya berjudi dan mabuk-mabukkan. Lagi dengan keadaan rumah tangga Koharu yang terancam bubar sehingga membuat Koharu depresi