Kategori
NEWS

Alasan Masuk Akal Kamu Perlu Mengurangi Konsumsi Berita Negatif

Alasan Masuk Akal Kamu Perlu Mengurangi Konsumsi Berita Negatif

Alasan Masuk Akal Kamu Perlu Mengurangi Konsumsi Berita Negatif  – Berita adalah laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi, atau media internet. Topik umum untuk laporan berita meliputi perang, pemerintah, politik, pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, bisnis, mode, dan hiburan, serta acara atletik, acara unik atau tidak biasa.

Pemberitaan di era digital ini memang begitu mudah dikonsumsi. Media pemberitaan gak hanya memberi wawasan positif dan menginspirasi. Beragam kejadian di dunia seperti tindak kriminal, asusila, kekerasan dan hate speech, gak lepas dari pemberitaan publik.

Ada ratusan kasus negatif yang di angkat dan silih berganti setiap harinya. Karena kemudahan akses informasi saat ini, dimana semuanya ada dalam idn poker99 asia genggaman layar gadget, kamu perlu punya rem dalam membatasi asupan berita negatif.

1. Terlalu sering melihat berita negatif, bisa memicu stres, cemas dan berpikir negatif 
5 Alasan Masuk Akal Kamu Perlu Mengurangi Konsumsi Berita Negatif 

Di lansir Focusme, studi mengenai pengaruh berita negatif menyebutkan bahwa orang-orang yang terlalu sering melihat kabar negatif mengalami peningkatan stres dan kecemasan. Memandang kehidupan yang dipenuhi tantangan buruk, juga memicu diri untuk berpikir negatif.

Gak cukup dengan sikap waspada, kamu bakal cenderung lebih mudah waswas dan curiga. Sebelum dampaknya bertambah parah, sebaiknya pertimbangkan untuk membatasi waktu dalam mengonsumsi berita negatif sewajarnya saja.

2. Berita negatif kadang di kemas sensasional sehingga menyita perhatian 
5 Alasan Masuk Akal Kamu Perlu Mengurangi Konsumsi Berita Negatif 

Kamu mungkin sering melihat kasus sederhana tapi jadi luar biasa karena pemberitaan menyajikan dengan sensasional. Berita yang menarik perhatian memicu rasa takut dalam diri dan akhirnya memilih untuk terpaku pada berita. Ketika emosi sudah hanyut, biasanya kamu akan terus mengikuti untuk melihat apakah ada penyelesaian.

Gak salah memang, tapi kamu harus ingat kalau waktumu sangat berharga. Sedangkan berita negatif itu bakal terus ada dan berganti-ganti. Bukan hanya punya dampak kurang baik karena terpapar berita negatif, tapi waktumu juga habis begitu saja.

3. Berita negatif yang membuatmu sedih bisa berpengaruh pada kesehatan mental 
5 Alasan Masuk Akal Kamu Perlu Mengurangi Konsumsi Berita Negatif 

Banyak hal buruk terjadi di dunia, tapi mental yang berdiam dalam tubuhmu hanya ada satu. Kamu layak untuk mempertimbangkan sebanyak apa kabar negatif yang ingin kamu isi ke dalam harimu. Sebab berita yang menyedihkan dan melukai perasaanmu bisa berpengaruh terhadap kondisi mental dan emosional.

4. Tahu segala berita negatif gak menjamin mendukung tujuan hidupmu 
5 Alasan Masuk Akal Kamu Perlu Mengurangi Konsumsi Berita Negatif 

Memang berita itu banyak menyita perhatian dan bisa di katakan hal yang cukup penting. Tapi perlu di katakan bahwa pemberitaan itu mungkin gak mendukung tujuan hidupmu, kecuali kamu memang orang yang berkecimpung di dunia media. Supaya kebutuhan informasi terpenuhi tanpa menggangu tujuan hidupmu, kamu bisa mengikuti segmen berita tertentu setiap harinya dengan durasi yang di batasi.

5. Berita negatif akan datang lagi dan lagi, sedangkan hidupmu hanya sekali 
5 Alasan Masuk Akal Kamu Perlu Mengurangi Konsumsi Berita Negatif 

Mengurangi kebiasaan tenggelam dalam berbagai berita yang sebenarnya gak kamu butuhkan, bisa membuatmu lebih fokus untuk menciptakan kisahmu sendiri. Berita itu gak ada habisnya, sedangkan hidupmu hanya sekali. Ketika orang lain ramai membahas kasus viral, kamu bisa menghabiskan waktu dengan melukis bersama anak atau belajar memasak menu baru.

Kadang keahlianmu dari belajar memasak menu baru, lebih di rasa bermanfaat oleh orang-orang terdekat daripada kamu tahu banyak hal tentang pemberitaan publik. Intinya sih jangan sampai kamu kecanduan berita negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *